Mimpi Cak Don #2



Beberapa hari ini pikiran Cak Don agak resah, ini gara gara mimpinya beberapa hari yang lalu.


Ini bukan tentang "mimpi" yang sering di ucapkan oleh para motivator dengan ungkapan " Hidup berawal dari mimpi ", tapi mimpi yang betul betul mimpi, suatu keadaan yang terbaca dalam alam bawah sadar ketika sedang tertidur. Lagian Cak Don juga kurang setuju dengan istilah "mimpi" untuk memaknai sebuah niat, harapan ataupun cita cita.


Sepanjang hidupnya, mungkin sudah ribuan kali Cak Don bermimpi, dan itu wajar karena Cak Don memang ngantukan dan suka tidur, tapi ada beberapa mimpi yang terekam cukup kuat dalam ingatan, seperti mimpi yang sedang jadi pikiran Cak Don saat ini.


Diantaranya adalah, dulu Cak Don pernah bermimpi tentang kiamat, suasana kelam dan mencekamnya membuat Cak Don ketakutan setengah mati, dan begitu terbangun, Cak Don langsung istighfar sekaligus mengucapkan alhamdulillah karena yang dialaminya tadi hanya mimpi.


Atau mimpinya setelah sholat tasbih yang paling ia nikmati sepanjang hidupnya, dalam mimpi itu ia diberi baju seragam, dan itu ia tafsirkan bahwa ia akan segera mendapatkan pekerjaan, dan ternyata memang benar, tidak lama setelah itu ia mendapatkan pekerjaan yang ia geluti sampai dengan saat ini.


Tentu yang paling sensasional adalah ketika Cak Don bermimpi berdiskusi dengan sengit dengan Pak Harto dan Pak Habibi, kebetulan waktu itu sedang hangat hangatnya reformasi. Sebagai seorang pemuda yang masih gagap menghadapi dunia, tentu bisa bertukar ide dengan dua tokoh besar itu adalah sesuatu yang luar biasa. Walaupun sebagai santri Cak Don lebih terobsesi untuk bisa bermimpi bertemu dengan Kanjeng Nabi.


Tapi mimpi Cak Don yang kali ini beda, mimpi yang dipercaya masyarakat di lingkunganya sama kuatnya dengan kepercayaan bahwa orang yang bermimipi digigit ular akan segera mendapat jodoh.


" Apa ada hubunganya dengan pandemi atau bencana yang bertubi tubi tak kunjung berhenti ini ya Gus, masalahnya dalam mimpi itu gigi saya yang lepas banyak sekali ", tanya Cak Don pada Gus Nur setelah menceritakan tentang mimpinya. Memang di lingkungan masyarakat di mana Cak Don tinggal, mimpi gigi lepas dipercaya sebagai isyarat bahwa salah seorang kerabatnya akan meninggal dunia.


" Sampean kan juga pernah ngaji Cak, ikuti saja tuntunan Kanjeng Nabi, kalau mimpi baik anggap saja sebagai isyarat, kalau mimpi buruk anggap saja sebagai kembangnya tidur. Jangan jadi suudzon sama Gusti Allah ", sahut Gus Nur menasehati.


" Tapi seringkali juga terbukti lo Gus, kan juga sudah banyak diriwayatkan tentang orang orang yang diberi kelebihan bisa membaca isyarat dari mimpi, seperti kelebihan yang dimiliki oleh anak anaknya Nabi Ya'kub ".


" La memangnya maqom sampean itu di mana, kok mau menyamakan diri dengan putra putranya Nabi ", Cak Don hanya bisa tersenyum kecut mendengar tanggapan dari Gus Nur.


" Sudahlah Cak, khusnudzon sama Gusti Allah, anggap saja mimpi itu memang kembang tidur ", Gus Nur melanjutkan.


" Kalau ternyata terbukti gimana Gus ".


" Ya namanya kembang Cak, ada yang sampai jadi "buah" dan banyak juga yang "gogrok", memangnya sampean bisa memastikan mana kembang yang bakal jadi buah dan mana yg bakal gogrok, atau sampean mau ikut ikutan ngladeni dan percaya dengan  bisikan setan yang nguping mencuri dengar berita dari langit ?".


" Ya tidak Gus ".


" Makanya banyak berdoa saja dan khusnudzon sama Gusti Allah ".


Komentar