Ketika anda bekerja di sawit, anda tidak akan bisa sembunyi, ada semacam "GPS" tertanam di wajah anda, kemanapun anda lari posisi dan history anda akan terdeteksi. "Lho,kok bisa"?
Setelah sempat nganggur 2 tahun, Doni diterima bergabung di perusahaan ANA, setelah melalui proses kirim CV, interview, negosiasi gaji dan deal, tibalah saatnya dikirim ke lokasi untuk orientasi dan diperkenalkan kepada rekan rekan kerjanya yang baru, setelah sedkit basa basi tibalah saat untuk saling menanyakan "silsilah" riwayat pekerjaan sebelumnya, ini jadi semacam "ritual wajib" jika orang kebun saling ketemu, jangan sampai ternyata satu guru satu ilmu dan saling ganggu.
"Pak Doni sebelumnya kerja dimana"? Tanya Dino, staff senior di perusahaan ANA.
"Di perusahaan INA Pak", jawab Doni menerangkan.
"Berapa lama"
"2015 sampai 2018"
Tiba tiba Dino teringat Dono, kawan seangkatanya dulu waktu sama sama diplonco di training center perusahaan ANI, karena dasar orangnya cerdas dan lincah, kabarnya sekarang karirnya melejit setelah pindah ke perusahaan INA dan sudah menempati posisi yang cukup tinggi.
" Pak Doni kenal Pak Dono? "
" Pak Dono Midono? kenal pak, beliau atasan saya waktu di INA"
Kemudian Dino membuka handphoe nya dan menelpon seseorang,
" Halo bro apa kabar, kenal dengan Doni? "
" Kabar baik bro, Doni Madoni ya? Payah orangnya bro, kerjanya hanya jual alasan saja, sudah berapa kali dibina tidak berubah, kubinasakan saja sekalian, memangnya kenapa bro?"
" Orangnya ada di sini, gabung tempat kami."
Percakapan selanjutnya menjadi sedikit kaku karena Dono baru menyadari secara tidak sengaja membuka aib Doni didepan orangnya sendiri, begitu juga Dino.
Wajah Doni menjadi pucat pasi merasa dikuliti, di hari pertama yang seharusnya dia mempromosikan diri.
Dini, staff HRD yang dari awal setia mengikuti, perlahan permisi mengundurkan diri dari ruangan dengan sedikit malu karena kurang teliti dalam melakukan seleksi.
Hanya ada beberapa perusahaan perkebunan yang menpunyai sejarah yang besar dan panjang , selebihnya adalah pemain baru, ketika terjadi booming tahun 90 an dimana tejadi ekspansi besar besaran yang sebelumnya perkembang sawit hanya dikembangkan seputaran sumatra utara saja berkembang sampai hampir keseluruh wilayah sumatra dan beberapa wilayah lainya.
Pada saat itulah bersamaan dengan munculnya perusahaan perusahaan perkebunan baru, pasar tenaga kerja ahli/berpengalaman menjadi sangat terbuka, sehingga orang orang yang potensial, yang mungkin karena tidak sabar dengan kompetisi internal lebih memilih untuk menyeberang mencari tantangan baru dan menyusun "gerbongnya" sendiri.
"Alumni alumni" dari perusahaan perusahaan besar tadi beserta gerbong yang mereka bawa masing masing saling terhubung satu sama lain dan terbentuk satu jaringan komunitas , saling mamberikan informasi, karena tidak semua mempunyai kecukupan kompetensi karena permintaan pasar yang besar sehingga sebagian diorbitkan (dikarbitkan) untuk bisa menempati sebuah posisi, dan menutupinya dengan saling sharing dan saling konsultasi.
Ditambah lagi dengan banyaknya perpindahan tenaga kerja antar perusahaan sehingga masing masing saling bisa (menjadi) kenal dan tahu riwayat kerja dan posisi terkini.
" Bro, ada lowongan di perusahaan ANU".
" Jangan Bro, perusahaanya pelit, kawanya kawanku ada disana, mau resign katanya, banyak hak karyawan yang dipersulit ".
Ternyata dunia sawit memang sempit.

Bahan sederhana, diolah koki top, jadi maknyus
BalasHapusNjenengan bisa saja pak, jadi malu saya
HapusApik
BalasHapusSuwun, sdh meninggalkan jejak
BalasHapusMantap. Selamat datang di dunia blog
BalasHapusTerimakasih, baru belajar, mohon bimbingan
HapusPenyemangat dari Prof. Kyai Literasi Ngainun Naim
HapusWah, alhamdulillah sudah dirawuhi beliauππ
HapusOh ternyata dunia sawit gitu ya pakπππππππππ
BalasHapusUnik ya
Hapus