4 Alasan Kenapa Alasan "Nenek Meninggal" Menjadi Alasan yang Favorit Bagi Karyawan yang Bolos Kerja.
Bolos, absen, tidak masuk kerja adalah "dosa terbesar" bagi sebuah kedisiplinan, dan kedisiplinan menempati point tertinggi dalam penilaian karyawan, karena sejago jagonya, atau sebabon babonya (biar tidak jadi diskriminasi) karyawan kalau tidak masuk kerja pasti tidak ada yang bisa dihasilkan, produktifitasnya nol, kecuali untuk karyawan yang pekerjaanya bisa dan diizinkan untuk dilakukan dari rumah (WFH).
Karena sudah menjadi "dosa yang besar" tentu sangsinya juga besar, mulai dari pemotongan gaji, surat peringatan, bahkan bisa berujung di "parkiran" (baca pemberhentian), kecuali kalau bolosnya karena alasan yang bisa dibenarkan atau dimaklumi, karena itulah setiap kali terpaksa (memaksakan diri) untuk bolos, karyawan biasanya akan mencari cari alasan untuk mendapatkan pemakluman, dan alasan yang paling populer dan melegenda adalah alasan "Nenek/kakek meninggal dunia".
Berikut 3 alasan mengapa alasan nenek/kakek meninggal dunia menjadi alasan yang paling favorit saat bolos kerja.
1. Mudah dipercaya.
Alasan nenek/kakek meninggal dunia menjadi mudah dipercaya karena generasi nenek/kakek adalah generasi yang memang sudah masuk usia senja, yang nomor antrinya sudah dekat untuk dipanggil malaikat, walaupun ada beberapa yang nekat menyerobot antrian minta duluan, tapi lazimnya biar tidak dianggap kurang sopan, yang tua lebih diutamakan.
2. Tidak mudah diusut.
Kondisi nenek/kakek meninggal dunia itu kondisi sedang berduka, kondisi darurat, yang melegitimasi orang yang tertimpamya untuk melakukan apa saja atas nama kedaruratan, termasuk bolos kerja, orang sedang berduka itu bisa kalap lo, makanya atasanya akan merasa sungkan untuk mengusut dan membuktikan kebenaranya, takut dianggap tidak sensitif, tidak mempunyai perikenenekan dan perikekakean.
3. Tidak takut kualat.
Alasan kakek meninggal dunia itu alasan yang benar, tidak mengada ada, walaupun meninggalnya sudah tigabelas tahun yang lalu dan baru sekarang digunakan sebagai alasan untuk bolos kerja, karena kata kata bisa menjadi doa, coba kalau yang dijadikan alasan adalah ibu, anak, atau istri yang meninggal dunia, padahal mereka semua masih segar bugar, kemudin karena alasan itu terus dikabulkan Tuhan, istrinya mati betulan, kan kualat itu namanya, masak gara gara ingin sekali sekali bermalas malasan bolos kerja harus ditukar dengan istri, kan rugi besar namanya, kecuali kalau memang sudah bercita cita ingin segera ganti istri, mungkin bisa dicoba.
4. Bisa diulang berkali kali.
Alasan kakek/nenek meninggal dunia itu bisa diulang berkali kali, bukan berarti kakeknya hidup lagi dan mati lagi, karena setidaknya setiap orang mempunyai empat orang kakek/nenek, dua dari ayah, dua dari ibu, kecuali karyawan itu adalah anak anaknya Nabi Adam yang jelas jelas hanya mempunyai ayah dan ibu, tapi tidak punya kakek atau nenek, tapi ya masak anak anaknya Nabi Adam mau jadi karyawan, terus yang jadi bosnya siapa, yang jadi suplayer siapa, yang beli produknya siapa, yang buka kantin siapa, yang ngedarkan kreditan siapa, la wong waktu itu manusianya baru mereka saja kok, jadi setidaknya alasan kakek/nenek meninggal dunia ini bisa dimanfaatkan sebanyak empat kali.
"Kenapa tidak masuk kerja?".
"Nenek saya meninggal dunia Pak".
"Sudah berapa kali, memangnya nenekmu ada berapa?".
"Kakek saya istrinya empat pak".
"Tapi ini sudah ke sembilan kalinya kamu bolos kerja dengan alasan yang sama".
"Eh.., anu.., sekarang yang meninggal adik dari kakek saya Pak, kan termasuk nenek saya juga".
"Jadi adik kakekmu ada berapa?".
"Lima belas Pak"
"Hadeh....".😇😇
Selamat mencoba 🙏🙏🙏

Komentar
Posting Komentar