Tidak banyak yang tahu kalau saya dominan pengguna tangan kiri (kidal), karena dalam otak saya sudah tertanam untuk selalu menyembunyikanya.
Mengapa saya selalu menyembunyikanya, karena dari kecil, dalam lingkungan masyarakat dimana saya tumbuh, tangan kiri terstigma sebagai tangan jelek, dan tangan kanan sebagai tangan baik.
Terus terang saya merasa terteror dengan stigma tersebut, seolah olah menggunakan tangan kiri adalah aib yang harus selalu ditutupi, dan membuat saya merasa rendah diri.
Karena itulah dalam pergaulan sehari hari saya membatasi gerak agar kebiasaan menggunakan tangan kiri saya tidak terlihat, untungnya untuk aktifitas aktifitas yang ringan yang berhubungan dengan "kesopanan" saya sudah sukses melatih tangan kanan saya, contohnya berjabat tangan, menulis atau makan.
Tetapi untuk kegiatan kegiatan yang membutuhkan kekuatan fisik, saya tetap menggunakan tangan kiri, karena tangan kanan saya tidak sekuat tangan kiri.
Karena itulah saya tidak pernah pede untuk terlibat kegiatan olah raga yang membutuhkan ketrampilan dan kekuatan sebelah tangan yang harus dilakukan bersama orang lain seperti voli, badminton, tenis dan lain sebagainya. Padahal banyak sekali atlet yang sukses dan melegenda karena mengandalkan tangan/kaki kiri, tetapi rasa inferior saya yang sudah tertanam dari kecil sepertinya tidak pernah bisa saya kalahkan.
Rasa inferior saya juga diperparah oleh perlakuan diskriminatif para produsen, contohnya sepeda motor, selalu handle gas nya berada di sebelah kanan, jadi bisa dibayangkan betapa capeknya saya, karena selama berkendara, yang harus aktif adalah tangan kanan, yang justru bukan tangan terkuat saya.
Juga ketika membersihkan rumput di kebun, saya menghindari penggunaan arit atau kedik, dan lebih memilih menggunakan cangkul atau parang, karena lebih universal, karena produsen kedik telah dengan sengaja "mengejek" kami dengan membelokkan kediknya ke arah yang hanya bisa digunakan oleh tangan kanan.
Sesorean ini saya gugling tentang keunikan pengguna tangan kiri, dan ternyata pengguna tangan kiri hanya 10% dari seluruh populasi manusia di planet ini, jadi termasuk jenis makhluk langka yang harus dirawat dan dijaga dari kepunahan.
Berikut beberapa keunikan pengguna tangan kiri yang saya rangkum dari beberapa artikel:
1. Orang kidal mempunyai IQ lebih tinggi.
Dalam artikel tersebut disebutkan tokoh yang melegenda kecerdasanya yang juga kidal, Isaac Newton, Albert Einsten, Benjamin Franklin, dan beberapa nama besar lainya.
Langsung "mongkok" hati saya karena merasa satu golongan dengan mereka, tapi begitu melihat pada diri sendiri, "kemongkokan" hati saya berangsur sirna, berganti dengan sebuah pertanyaan "ah, masak iya?".
2. Orang kidal lebih perasa dan pemalu.
Ini kayaknya "gue banget", sangat cocok dengan kepribadian saya, saya kayaknya cocok dengan pendapat yang ini, tapi di ujung artikel saya jadi tersentak, disitu disebutkan bahwa penderita gangguan jiwa 40 % nya adalah bertangan kidal, padahal jumlah orang kidal hanya 10 % dari total penduduk dunia, jadi potensi orang kidal untuk menderita gangguan jiwa lebih besar daripada yang tidak kidal. Waduh!!! Mudah mudahan kita semua dijauhkan dari penyakit seperti itu.
3. Orang kidal lebih kreatif dan imajinatif.
Menurut artikel tersebut, individu kidal lebih kreatif dan imajinatif. Mereka percaya pada mimpi dan berhasil memenuhi impian mereka. Tapi sepertinya agak kurang cocok dengan saya, karena butuh banyak sekali hal hal yang perlu dibuktikan.
4. Rata rata umur orang kidal 3 tahun lebih pendek dari yang tidak kidal.
Untuk yang satu ini saya hanya bisa berdoa semoga orang orang yang tidak kidal mempunyai umur yang jauh lebih panjang lagi, biar umur kami juga ikutan panjang, walaupun tetap selisih 3 tahun lagi.
Ternyata orang kidal itu memang unik.
"Bapak kidal ya, kok bisa pakai tangan kiri?".
"Pakai tangan kiri saja bisa seperti ini, apalagi kalau saya pakai tangan kanan".
Oh ya, rencana saya tulisan ini baru akan saya posting tanggal 13 agustus nanti, bertepatan dengan "International Lefthanders Day", hari kidal sedunia, tapi sudah terlanjur.
Jadi "please, harap bersabar jangan dibaca dulu".🙏🙏🙏
Baru tahu sampean kidal cak? Kurang memperhatikan ya dulu waktu sekolah. Saya sengaja memperhatikan cara menulis ribuan (setelah di jumlah 10 tahun hhhe) mahasiswa. Mahasiswa kidal saya umumnya lebih cerdas. Dan anehnta patokan saya kidal. Mayoritasnya mahasiswi. Kebetulan,
BalasHapusKarena dengan sangat ketat saya menyembunhikanya pak, saya sukses dilatih untuk menjadi sedikit lebih sopan dengan menulis dan makan menggunakan tangan kanan, karena menggunakan tangan kiri sering dianggap tidak sopan.
BalasHapusOh ya, sepertinya pencipta emoji juga seorang lefrhanders yang mengajari kita untuk menjadi tidak sopan, kalau kita mengetikkan simbol jempol, yang keluar adalah jempol kiri, heranya lagi tdk ada yang misuh misuh karena dikadih jempol