Hari ini sabtu, waktunya pulang, minggu ini terasa lebih panjang, sudah tiga minggu tidak pulang, satu minggu lebih lama dari jatah pulang dua mingguan, dua minggu yang lalu tidak pulang karena minggu sebelumnya sudah cuti 3 hari karena pulang kampung menghadiri pernikahan adik bungsu, tidak enak rasanya terlalu banyak meninggalkan pekerjaan.
Hari terakhir menjelang pulang itu rasanya sesuatu banget, perpaduan antara perasaan rindu ingin segera bertemu dengan keluarga dengan konsentrasi memanage pekerjaan dengan jam kerja yang lebih padat, ditambah lagi mempersiapkan program kerja untuk anggota yang overtime hari minggu, jadi memang hari sabtu menghadirkan pacuan adrenalin yang berbeda.
Tempat kerja kami memberlakukan 6 hari kerja selama seminggu, dimana senin sampai jumat 7 jam kerja, sedangkan sabtu hanya 5 jam saja, walaupun jam kerjanya lebih pendek, tetap diusahakan produktifitasnya sama dengan hari hari lainya.
Dalam kondisi hari biasa pun saya prepare mempersiapkan mengawali hari dengan lebih awal, karena dalam tradisi perkebunan, jam 06.00 harus sudah di lokasi, apel pagi untuk pengaturan pekerjaan hari ini.
Sebagai orang yang dituakan tentu menjadi tanggung jawab moral untuk memberikan contoh yang baik, apalagi mendapat tambahan tugas walaupun tidak resmi, untuk menjadi semacam guru BP, memberikan pembinaan untuk karyawan karyawan yang bermasalah, tentu akan menjadi kurang "bernyawa" jika kita menasehatkan apa yang kita tidak bisa laksanakan.
Menjelang jam 04.00 bangun, mandi, sholat sunat sebentar lanjut persiapkan perlengkapan untuk dibawa pulang, sambil menunggu waktu subuh kutak katik HP siapa tau ada inspirasi yang bisa ditulis hari ini, selepas subuh ganti kostum untuk persiapan kerja, helm, pena, HP perlengkapan wajib yang harus dibawa sudah tersedia di meja, tinggal keluarkan sepeda motor, kunci pintu, lanjut meluncur ke mess untuk sarapan.
Tinggal lagi berangkat baru teringat lampu teras belum dimatikan, kembali lagi masuk rumah sekalian memastikan kran di kamar mandi sudah dalam posisi tertutup, walaupun gratis difasilitasi perusahaan, penggunaanya tetap dikontrol, kalau tidak akan diberi sangsi dan didenda.
Sepeda motor sudah mulai jalan baru tersadar ternyata belum sepenuhnya aman, masker dan kacamata belum dibawa, jadi geli sendiri ternyata faktor usia tidak bisa disiasati. Mudah mudahan ini terakhir kalinya untuk hari ini ritual keluar masuk rumah sebelum berangkat kerja.
Selesai sarapan terasa seperti ada yang beda, ternyata para penghuni perut sedang berunjuk rasa, mulai emosi karena sudah pengap setelah seharian tidak ada yang dikeluarkan.
Buru buru pulang masuk rumah lari ke kamar mandi, ah ternyata waktunya sudah mepet tapi perut tidak bisa diajak kompromi.
Kalau sudah begini pingin rasanya mesin absenya saja yang dibawa pulang biar aman.

Komentar
Posting Komentar