Senin kemarin berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan sahabat lama, sahabat yang hampir lima belas tahun tidak pernah lagi bertatap muka. Karena waktu dan kesempatan yang tidak memungkinkan, juga karena masing masing masih dibelenggu oleh kesibukan yang tidak pernah ada habisnya kalau terus terusan dituruti. Hingga kata silaturahmi menjadi diposisikan pada urutan nomer sekian untuk sekedar dipertimbangkan.
Berawal dari saling "senggol" di media sosial, akhirnya masing masing sepakat untuk saling menyusun jadwal, jadwal untuk melepas kangen yang sudah menggumpal.
Sadar akan kondisi yang masih pandemi, kurang elok rasanya kalau berhahahihi di tempat ramai, akhirnya sepakat memilih tempat yang lebih privat, biar tetap bisa phisical dan social distancing, kangen tersalurkan, kesehatan tetap aman.
Senin siang jadwal beliau di kantor longgar, saya juga sedang tidak ada kegiatan, akhirnya sepakat kita ketemuan. Kejutan, ternyata kantor beliau tidak lagi di salah satu kompleks perumahan, tapi sudah pindah, di salah satu kompleks hotel yang megah, di pusat kota palembang.
Jam sebelas persis saya sudah di lokasi, ontime, persis seperti waktu yang telah disepakati, karena saya tidak mau tertinggal sedikitpun momen yang bakal berharga ini. "Ditunggu di depan pintu lift lantai tujuh", begitu beliau mengabari, alhamdulillah saya terselamatkan dari kesan ndeso plonga plongo kesasar di gedung semegah ini.
Sambutan hangat langsung tersaji seketika begitu pintu lift terbuka, keakraban yang menguasai membuat kami sedikit lalai akan protokol yang seharusnya kami patuhi, saling bertukar kabar dan pengalaman mengalir lancar tanpa jeda, apa yang tersimpan di kepala meronta ronta saling berebutan untuk segera dikeluarkan, hingga mulut dan telinga kewalahan untuk meladeninya.
Waktu satu setengah jam terasa sangat singkat, tapi apa boleh buat, jadwal yang tersedia tidak bisa ditawar lagi, hari senin memang hari yang sangat padat.
Beberapa kali mencoba untuk mohon diri, tapi beberapa kali juga harus diulang lagi, karena ada terselip momen momen kecil yang sayang untuk dilewati. Sungguh, disitulah nikmatnya silaturahmi.
Awal perkenalan dengan beliau semata mata karena hubungan kerja, hubungan antara sales engineer dengan customernya, tapi tak butuh waktu lama saya bisa merasakan bahwa beliau adalah orang baik "betulan", bukan kebaikan yang "terprogram", yang di desain khusus untuk para sales untuk menampilkan citra tertentu di depan para customernya.
Saya masih teringat kebaikan yang dulu pernah beliau berikan, ketika karir saya mengalami kemandegan, tapi beliau tidak pernah mengingatnya. Mungkin memang begitulah, seperti kata pepatah, "orang baik akan berteman dengan orang baik", beliau melupakan kebaikan yang sudah diberikan, agar tetap terjaga keikhlasan, dan saya, selalu mengingat kebaikan yang saya terima, agar selalu terpupuk kesyukuran.
Seperti petuah para "tetua", bahwa silaturahmi itu membuka pintu rizki, juga memanjangkan usia. Entah bagaimana penjelasan logisnya, tapi saya sangat meyakini, karena sudah banyak yang menjadi bukti.
Contohnya adalah Pakdhe, suaminya Budhe, Mbakyunya Bapak, beliau adalah ahli silaturahmi, saya sering jadi malu sendiri ketika bercerita tentang perjalanan perantauan saya ke beberapa tempat, karena ternyata belum seberapa jangkauanya dibandingkan wilayah "pengembaraan" beliau.
Beliau adalah "pengembara" sejati, bukan untuk berdarma wisata, tapi semata mata untuk silaturahmi, dimana terdengar ada kerabat atau sahabat tinggal di suatu tempat, beliau akan berusaha untuk mengunjungi.
Di usia yang menjelang satu abad, walaupun harus berjalan pakai tongkat, fisik beliau masih terlihat sehat, juga secara ekonomi, walaupun tidak berkelebihan, tapi juga tidak berkekurangan, ada saja rizki untuk menjamu para tamunya yang datang silih berganti.
Silaturahmi memang ajaib, dari silaturahmi hari senin kemarin, saya jadi merasa lebih muda dan lebih kaya. Merasa lebih muda mungkin mengenang masa masa sebelumnya, merasa lebih kaya mungkin karena adanya para sahabat yang siap untuk mensupport dan mendampingi.

Mugi bisa silaturohmi dg pak kri
BalasHapusWes 27 thn
Aamiin.. , dongakno iso kelakon tahun depan pak, tahun ini cutiku wes buyar๐๐
BalasHapus