Kejutan "Kecil" dari Adek



Pulang ke palembang minggu ini mendapatkan waktu yang lumayan longgar, karena minggu sebelumnya mendapat giliran piket, maka minggu ini dapat konpensasi dengan diizinkan untuk kembali ke kebun agak lambat, batas waktunya sampai senin sore.


Senin pagi, masih bisa melanjutkan acara bercengkrama dengan anak anak, dilanjutkan dengan membersihkan dan merapikan halaman. Sungguh, mendampingi perkembangan anak anak yang masih dalam masa masa pertumbuhan memang menghadirkan banyak sekali kejutan kejutan yang membahagiakan.


Malam tadi mencoba mengalihkan perhatian si Adek yang belum genap tiga tahun itu dari hanya fokus pada youtube di handphone, dengan mencoba memancing minatnya pada buku. Untuk merangsang agar dia mau ikut corat coret di kertas kosong, sengaja saya menuliskan nama mbaknya (syifa) di kertas kosong yang ada di depanya, bersamaan dengan saya menuliskan huruf huruf "s y i f a", la kok mulut mungilnya itu dengan fasih mengucap "es way ai..", karuan saja saya terkejut, karena seingat saya, belum pernah kami mengajarkan kepadanya huruf alfabet, apa lagi dalam bahasa inggris.


Kejutan lainya adalah, ketika dia mulai sering bongkar pasang balok balok lego, untuk anak usia dibawah tiga tahun, menurut saya susunan baloknya sudah mempunyai pola, pola kesukaanya adalah bentuk robot dan bentuk candi. Si Adek lebih suka menyebutnya dengan bentuk "kerajaan".


Melihat koleksi legonya yang tinggal sedikit, karena memang warisan dari mbak dan kakaknya waktu masih kecil, kami berinisiatif membelikan satu set lagi lego baru. Dan ketika Ibunya mulai menemaninya untuk bongkar pasang balok lego, si Adek nyletuk lagi,

"Nanti dulu Bu, lihat dulu katalog nya".

"Lho, katalog itu apa Dek ?", tanya ibunya heran, darimana si Adek tau kosa kata "katalog".

"Yang ini na", sambil menunjukkan kertas yang berisi contoh contoh pola susunan lego.

"Kok adek tau kalau itu namanya katalog?".

"Diajari Ayah", jawabnya sekenanya, padahal saya belum pernah mengajarkan kosa kata itu kepadanya.


Saya menduga, hal hal baru atau pengetahuan baru, didapatkan si Adek dari seringnya menyimak youtube, walaupun sudah banyak kami batasi, tapi sebagai mana lazimnya balita masa kini, kegandrungan akan youtube masih sangat tinggi.


Untungnya sejauh ini, video video yang Adek tonton tetap bisa diarahkan sebatas video dengan konten khusus anak anak yang ada muatan edukasinya, tapi tetap saja, kami tetap khawatir akan efek negatif akibat terlalu lama berhadapan dengan layar handphone.


Saya juga menduga bahwa sikap ekspresifnya Adek juga karena meniru akting karakter tokoh tokoh kartun yang ditontonya. Cara dia marah dengan bersedakep melipat lengan di dada, mirip sekali dengar gestur tokoh upin ipin ketika sedang marah. Juga ketika sedang menunjukkan rasa sayang, cara meminta maaf, cara berterimakasih, mirip sekali dengan tokoh kartun yang ditontonya.


Senin siang selepas dhuhur mulai berkemas, semua perlengkapan yang akan dibawa sudah dimasukkan dalam tas, sebuah ritual dua mingguan yang membuat emosi jadi terperas. Demi melihat apa yang dilakukan ayahnya, si Adek langsung bertanya,

"Ayah mau berangkat keja?"

"Iya, Adek di rumah sama Ibu ya".

"Iya", jawabnya dengan suara bergetar, sambil buru buru berlalu ke arah kamar, menyembunyikan air mukanya yang mulai mendung.


Untuk ekspresi yang satu ini, saya tidak tau itu murni alami atau karena ada yang ditiru, tapi yang pasti, betul betul membuat hati menjadi ngilu.


Seandainya saja pertanyaan "Ayah mau berangkat kerja" tidak sebegitu membuat "luka", yang belum tentu terobati dalam dua minggu berikutnya, mungkin akan banyak kejutan kejutan kecil lainya dari Adek yang tidak terlewatkan.


Komentar

Posting Komentar