Sore ini menyimak dan mengoreksi presentasi hasil kuliah praktek anak anak mahasiswa politenik unsri yang dititipkan pada kami selama tiga bulan ini.
Ada tujuh orang anak dengan tema dan tugas khusus yang berbeda beda, tema dan tugas khusus itu sebagaian adalah hasil pengembangan dari orientasi pada minggu munggu pertama, sebagian memang diarahkan oleh dosenya, ada juga yang sengaja saya "manfaatkan" untuk meneliti sesuatu ingin saya pelajari lebih dalam lagi.
Acara saya buka dengan sambutan seperlunya, kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Bapak Senior Mill Manager, baru kemudian masuk ke acara inti.
Sebagai pembimbing lapangan yang "dipasrahi", ini menjadi tanggung jawab moral bagi saya untuk memastikan bahwa ilmu dan informasi yang mereka terima memang benarlah adanya, sebelum dibawa ke kampus atau malah dipublikasikan nantinya.
Dalam prakteknya, selama hampir tiga bulan, karena banyaknya beban tugas (juga sedikit rasa malas), pembekalan pada mereka lebih banyak saya delegasikan ke operator dan penanggung jawab langsung di lapangan, baru kemudian secara berkala saya verifikasi dan meluruskan atau menambahkan jika ada yang kurang tepat. Di samping itu saya juga hanya mengarahkan di titik titik mana yang harus mereka perhatikan sesuai dengan tema dan tugas khusus yang sedang mereka dalami.
Dari hasil pemaparan pada saat presentasi, saya patut merasa bangga, dan membuat beberapa "catatan" sebagai pelajaran dan pengetahuan, walaupun terselip sedikit penyesalan dan kecewa, tapi penyesalan dan kecewa itu lebih kepada diri sendiri.
Saya patut merasa bangga ternyata anak anak muda ini cukup cerdas, walaupun pembekalanya lebih banyak saya "sambi", tapi ternyata daya serapnya sangat tinggi, kalaupun ada koreksi sana sini pada saat presentasi, itu lebih karena keteledoran saya sebelumnya dalam memberikan verifikasi.
Dalam memberikan pembekalan, saya juga memberikan kebebasan pada mereka untuk mengambil dari sumber atau literatur lainya, baik cetak maupun via internet. Tapi sayangnya, pada industri pengolahan kelapa sawit yang masih belum sepenuhnya baku ini, sehingga masih sangat dinamis dan terbuka ruang yang sangat lebar untuk adanya inovasi inovasi yang fundamental, dan celakanya, inovasi inovasi itu belum "terekam" dengan utuh oleh literatur yang sudah ada, sehingga diperlukan sedikit sikap "kepala batu" untuk menganulir informasi yang mereka dapatkan dari literatur itu.
Pada titik ini, saya jadi berpikir agak "gumede", mungkin perlu juga para akademisi itu membuka diri dari informasi para praktisi, agar apa yang mereka ajarkan tidak menjadi pengetahuan yang "ketinggalan jaman".
Saya juga patut berbangga dengan daya kritis dan daya analitis mereka, walaupun tentunya harus dibekali dengan pengetahuan dan informasi yang sebanyak banyaknya, agar tidak menjadi mudah "patah" dan "lunglai" sebelum mencapai sasaran.
Dari ketujuh anak ini, ada sebagian yang berada di zona aman, di samping karena kecerdasan, juga karena tema yang teliti lumayan mendukung, datanya mudah didapatkan, dan juga tidak terlalu rumit, sehingga antara hipotesa di awal dengan kesimpulan hasil pengamatan menjadi "seiring sejalan".
Ada juga yang lumayan terbeban, yang antusias tertantang memilih topik yang sangat menarik, yang mempunyai kompleksitas masalah yang lumayan pelik, tentu saya tidak mau berkompromi, dengan menyederhanakan karena kasihan, agar permasalahanya bisa terbaca dengan sempurna.
Dan ada juga yang memaksakan untuk "melebar", menyeret aspek yang sebenarnya tidak berkorelasi, mungkin maksudnya agar penelitianya menjadi lebih berisi. Tapi tetap saja, saya harus koreksi.
Akhirnya, apapun hasilnya, salut untuk mereka, yang membuat saya bisa mengambil beberapa kesimpulan dan pelajaran.
Semoga yang didapatkan dari kuliah praktek ini dapat bermanfaan untuk perjalanan mereka yang masih sangat panjang.

Komentar
Posting Komentar