Dapat info via radio bahwa kami ngolong dapat antrian pertama, ada lima jembatan sungai musi di sepanjang kota palembang yang harus kami lintasi kolongnya.
Untuk ngolong jembatan tidak bisa sembarangan, karena sudah pernah kejadian tongkang batubara menabrak salah satu tiang jembatan ampera. Semenjak kejadian itu ada peraturan bahwa ngolong harus siang hari dan harus dibantu oleh kapal penarik/tugboat dari kesyahbandaran.
Karena dapat antrian pertama, jam 6 pagi sudah mulai bersiap untuk angkat jangkar, dibelakang kami ada tongkang batubara yang sedang bersiap untuk antrian berikutnya.
Proses angkat jangkar agak terhambat karena mesin pengangkatnya sering ngadat, karena kami agak lambat akhirnya tongkang batubara ngolong duluan dan kami harus menunggu sampai tongkang batubara itu selesai.
Jangkar sudah terlanjur diangkat dan antrian sudah terlanjur lewat, mau tirunkan jangkar lagi takut nanti naiknya terhambat lagi, akhirnya tongkang kami mutar mutar saja agar tidak terbawa arus sungai sambil menunggu antrian berikutnya lagi.
Jam 09.00 tugboat Tanjung Buyut 2 dari kesyahbandaran datang untuk mengambil alih kendali pergerakan tongkang dari tugboat Bintang Mitra yang selama ini menarik tongkang kami, pengambil alihan kendali atau over towing perlu dilakukan karena tenaga dari TB Bintang Mitra tidak sampai 2000 HP, sedangkan persyaratan untuk ngolong, tongkang harus ditarik oleh tugboat yang bertenaga minimal 2000 HP, untuk memberikan jaminan rasa aman pada saat tongkang melintas di bawah jembatan.
Tidak lama kemudian datang bantuan berikutnya dari TB Teratai yang memberika assist dengan menempel di buritan tongkang, untuk menjaga agar buritan tongkang tidak megal megol kemudian nyenggol tiang jembatan.
Proses ngolong berjalan sekitar dua jam, karena ada 6 jembatan yang harus dikolongi, jembatan musi 2 dan musi 3 yang menghubungkan jalan lingkar menuju sukarno hatta, jembatan musi 4 yang menghubungkan antara tangga buntung dan Kertapati, jembatan Ampera dan jembatan LRT yang berada di pusat kota, juga jembatan Musi 6 yang menghubungkan Plaju dengan Lemabang.
Dulu, sebelum jembatan yang lainya dibangun, untuk menghubungkan kawasan sebrang ulu dan sebrang ilir hanya mengandalkan jembatan ampera, tapi seiring berjalanya waktu dan semakin padatnya lalulintas, beban jembatan Ampera menjadi semakin tinggi, karena itulah dibangun jembatan Musi berikutnya lagi.
Sesampainya di pulau kemaro, tongkang berlabuh lagi, untuk keperluan belanja bahan makanan untuk bekal selama perjalanan. Saya pun ikut turun ke darat, menemani awak kapal dan awak tongkang belanja sekalian beli topi, pengalaman terpanggang seharian diatas tongkang membuat saya tersadar pentingnya sebuah topi.
Pulau kemaro itu pulau kecil di tengah sungai musi, tidak jauh dari pabrik pupuk PT Pusri, di tengah pulau itu ada pagoda, tempat ibadah umat budha, yang ramai dikunjungi setiap hari libur karena sekaligus menjadi tempat wisata.
Sekitar jam 3 sore, selepas belanja tongkang berangkat lagi, masih menyusuri sungai musi, setidaknya sampai subuh nanti baru sampai ke muara.

Komentar
Posting Komentar