Persiapan "Mbolang" Lagi #2

 


Akhirnya berangkat juga, setelah melalui proses pengisian yang sangat melelahkan. Sebenarnya dijadwalkan tanggal 14 baru muat, disesuaikan dengan kecukupan stok muatan, tapi karena ada pertimbangan lain dari management, akhirnya jadwal muatnya dimajukan.


Minggu pagi tanggal 11, "pasukan" sudah siap di posisinya masing masing, setelah melakukan beberapa persiapan, jam 08.56 pengiriman CPO ke tongkang sudah bisa dimulai.


Rencananya pengiriman akan dilaksanakan sampai dengan jam 24.00, dengan flow rate pompa yang bisa mencapai 150 ton per jam, diperkirakan hari minggu bisa terkirim sekitar 2000 ton. Tapi pada pelaksanaanya rencana itu sedikit berubah, mengingat biaya tenaga kerja untuk hari minggu sangat tinggi, akhirnya pengiriman dibatasi sampai jam 20.00 dan dilanjutkan keesokan harinya.


Total terkirim hari minggu sebanyak 1650 ton,  masih kurang 1350 ton lagi untuk mencukupkan kontrak 3000 ton, sementara stok senin pagi masih belum mencukupi, jadi harus menunggu produksi sampai jam 22.00.


Sebelum jam 18.00 minyak yang ada sudah terkirim semua, jadi ada jeda 4 jam untuk menunggu produksi. Waktu yang ada saya manfaatkan untuk pulang ke rumah, istirahat sejenak, mandi, dan mempersiapkan pakaian yang akan dibawa selama perjalanan kawal nanti.


Belum sempat merebahkan badan HP sudah berbunyi,  ternyata Bos dari HO yang menghubungi, berdiskusi dan memberikan pengarahan untuk teknis pengawasan di pelabuhan bongkar nanti.


Jam 22.00 pengiriman dilanjut  hingga jam 24.00 baru benar benar selesai.


Setelah melepas selang dan memastikan bahwa tongkang tidak dalam posisi kandas dengan menariknya sedikit ke tengah sungai, kemudian dilamjutkan dengan mengukur volume dan berat muatan yang diterima di tongkang, untuk dibandingkan dengan jumlah yang dikirim dan dihitung oleh timbangan di darat.


Setelah dilakukan pengukuran, didapat hasil yang agak mengejutkan, total CPO yang dikirim berdasarkan hasil penimbangan dari darat adalah 3,000,088 kg atau biasa disebut dengan angka BL (Bill of Loading), sedangkan dari hasil pengukuran dan perhitungan berdasarkan tabel kalibrasi tanki tongkang adalah 2,990,608 kg atau biasa disebut fengan SFAL (Ship Figure After Loading), selisih minus 9,390 kg.


Selisih seperti ini memang lazim terjadi, sepanjang masih dalam karakter experience factor tongkang. Dalam histori muatan tongkang, untuk muatan 3500 sd 4500 ton range karakternya adalah minus 2 sd 9 ton.


Yang jadi masalah adalah tidak ada dalam histori tongkang untuk muatan 3000 ton, sehingga terjadi perbedaan pendapat antara surveyor yang mewakili kami (shiper) dan surveyor yang mewakili pemilik tongkang (owner) tentang apakah muatanya sesuai dengan karakter atau tidak.


Perbedaan itu membuat mssing masing surveyor menyiapkan berita acara yang saling memberatkan jika terjadi susut di pelabuhan bongkar.


Sampai menjelang pagi belum juga ada titik temu, masing masing juga kesulitan untuk berkonsultasi dengan atasanya karena waktu sudah dinihari.


Sampai jam 8 pagi belum juga ada solusi, akhirnya sebagai shiper kami putuskan untuk usah ada berita acara, lagian selama perjalanan sampai proses pembongkaran saya kawal dan awasi langsung. Baru jam 08.30 semua dokumen ditandatangani dan tongkang bisa berangkat.


Rasa lelah karena 3 hari kurang tidur dan kurang istirahat, membuat mata segera terlelap begitu tongkang berangkat, hingga beberapa kali terlewat ketika Bos dari HO menghubungi untuk menanyakan update posisi terkini.


Semoga perjalananya lancar tidak ada lagi masalah sampai di pelabuhan bongkar.

https://lukmanhakimkh.blogspot.com/2020/10/persiapan-mbolang-lagi.html



Komentar