Kemarin petang, hari jumat, memaksakan diri untuk pulang ke palembang, sebenarnya rencananya hanya permisi sebentar meninggalkan pekerjaan untuk ke pondok di gelumbang, nyambangi anak lanang, tapi karena sepanjang perjalanan banyak "diselani" oleh hujan, jadi banyak waktu terbuang untuk berteduh.
Selepas dari pondok hari sudah menjelang gelap, terlalu beresiko untuk kembali ke kebun, akhirnya minta permisinya diperpanjang, permisi sekalian pulang ke palembang, baru besok siangnya, hari sabtu kembali ke kebun.
Biasanya, jadwal nyambangi anak lanang dipaskan di hari sabtu, sekalian perjalan pulang setiap dua minggu sekali. Tapi karena minggu ini ada pekerjaan yang tidak bisa dielakkan, ada pengapalan CPO, akhirnya jadwal nyambangi anak lanang dimajukan menjadi hari jumat.
Pengapalan kali ini lumayan banyak, 3000 ton CPO untuk dikirim ke Serang Banten. Ini trip kedua, trip sebelumnya juga 3000 ton berangkat dua minggu yang lalu dengan tujuan yang sama. Dan trip kali ini kebagian tugas lagi untuk mengawal perjalanan kapal sampai diterima di tujuan.
Sebenarnya sudah lama tidak mendapat tugas untuk "mbolang" terapung apung di atas tongkang, mungkin karena tenaganya sudah dianggap hampir "kedaluarsa", sehingga tugas itu didelegasikan kepada anggota yang lebih muda.
Tapi karena anak mudanya belum juga pulang dari trip pertama, akhirnya trip kedua ini terpaksa yang tua harus berangkat juga.
Jadi pulang kemarin, disamping untuk melepas kangen kepada anak anak (anak mertua juga hehe..), juga sekalian menyiapkan bekal untuk dibawa selama perjalanan "mbolang" nanti.
Trip ke serang ini bakal menjadi trip terjauh yang pernah saya jalani, karena yang sebelumnya, "mbolangnya" hanya berkutat di seputaran sumatra selatan saja.
Kalau mengacu pada pengalaman trip pertama, dengan "nggremetnya" laju kecepatan tongkang, setidaknya perjalanan akan memakan wantu 7 hari baru sampai ke tujuan.
Bisa dibayangkan betapa boringnya, setiap hari selama seminggu hanya bertemu dengan orang yang itu itu saja, yang jumlahnya bisa dihitung dengan sebelah jari, pasti mengisi waktunya bakal menjadi sebuah perjuangan tersendiri.
Terkurung di area yang luasnya hanya 25 x 65 meter, yang lantai, dinding, dan atapnya terbuat dari besi, dan sekelilingnya adalah hamparan air yang terbuka, siangnya bakal terasa terik dan malamnya bakal dingin sampai ke tulang.
Bekal logistik untuk konsumsi selama perjalanan sudah disiapkan oleh perusahaan, tinggal lagi menyiapkan pakaian yang sesuai untuk perjalanan, vitamin dan obat obatan untuk menjaga kesehatan. Juga tidak lupa kuaci, cemilan sederhana, murah dan tahan lama untuk kawan bengong selama perjalanan.
Untuk mengisi waktu, saya berencana untuk "balas dendam". Kalau sebulan ini nyaris tidak punya waktu untuk menulis, maka perjalanan menyusuri sepanjang sungai musi, selat bangka, perairan lampung, selat sunda hingga pelabuhan serang ini, sepertinya bakal sayang untuk dilewatkan untuk dijadikan bahan tulisan.
Semoga cuacanya akan bersahabat, sehingga perjalanan menjadi nyaman dan selamat sampai tujuan.
Sabtu, 10 Oktober 2020
Hari masih pagi, jam 07.00 sudah mendapat berita dari WA grup kerja, bahwa tongkang sudah tiba dan bersandar di dermaga kebun, karena posisi saya masih di palembang maka komunikasinya dilakukan via HP.
Hasil komunikasi awal dengan pihak kapal, ada minyak sekitar tiga drum di palka 6P sisa dari muatan sebelumnya, segera saya tugaskan anggota untuk ambil sample dan dikirim ke Lab, setelah diperiksa ternyata minyak itu sudah tidak lagi berbentuk minyak, tapi sudah mirip mentega atau sabun, akhirnya disimpulkan minyak itu harus dibersihkan karena bisa mengkontaminasi muatan berikutnya.
Selidik punya selidik ternyata minyak itu bekas cleaning dari palka palka yang lain kemudian dikumpulkan di palka 6P, cleaning itu dilakukan ketika mereka mau muat olein atau minyak goreng, karena muatan sebelumnya adalah CPO, dan CPO grade nya lebih rendah dari olein, maka sisa sisa CPO nya harus betul betul dibersihkan sebelum muat minyak goreng. Seperti diketahui minyak goreng adalah produk turunan dari CPO, atau kalau kalimatnya dibalik, CPO adalah bahan baku dari minyak goreng.
Berangkat dari palembang jam 09.45, rencananya sih jam 08.00 sudah berangkat, tapi anak bungsu ngamuk pada saat dipamiti, jadinya "dislimurkan" dulu dengan diajak jalan jalan dan jajan di indomaret. Setelah sedikit dirayu, akhirnya keberangkatan ayahnya direlakan juga, itupun dengan satu pesan dan pertanyaan, "Besok pulang lagi kan?", walaupun harus bohong mau tak mau pesan itu harus kuiyakan.
Jam 13.00 baru tiba di kebun, istirahat sejenak di mess, baru kemudian jam 15.00 cek langsung kondisi tongkang.
Dari hasil pemeriksaan, kondisi tiap tiap palka lumayan bersih, karena muatan sebelumnya adalah PKO (Palm Kernel Oil) atau minyak inti sawit yang tidak mudah beku, sehingga pada saat bongkar tidak banyak minyak yang tersisa. Karena PKO grade nya lebih tinggi dari CPO, maka sisa sisa nya tidak perlu dibersihkan lagi sebelum diisi CPO.
Tongkang ini memiliki 18 palka atau kamar, 6 palka sebelah kiri atau palka P (Port), 6 palka sebelah kanan atau palka S (Staboard) dan 6 palka tengah atau palka C (Center), masing masing palka bisa diisi sekitar 240 ton CPO, 17 palka dimanfaatkan untuk diisi muatan, dan 1 palka lagi yaitu palka 6C diisi air bersih untuk keperluan sehari hari selama perjalanan.
Pemeriksaan tongkang selesai dan dinyatakan siap untuk dimuat. Tinggal lagi menunggu kedatangan surveyor, karena muat atau loadingnya dijadwalkan hari minggu, maka surveyor dijemput hari sabtu sore.
Surveyor itu tugasnya memberikan supervisi dan verifikasi, kita menunjuk mereka, karena mereka adalah lembaga yang tersertifikasi untuk proses pengapalan, juga lembaga yang ditunjuk pemerintah untuk memverifikasi legalitas muatan.
Jam 22.30 surveyor baru tiba di kebun, agak sedikit telat dari waktu yang dijadwalkan, karena masih ada waktu, agar proses loading besok lebih lancar, kita curi start dengan melakukan pekerjaan yang mungkin dilakukan malam ini juga, akhirnya disepakati malam ini kita langsung lakukan sampling atau pengambilan sample dari tanki CPO yang bakal dimuat besok.
Jam 23.00 sampling selesai, sample sudah dikirim ke Lab dan dianalisa, waktunya istirahat untuk menyiapkan tenaga untuk kerja ekstra besok, mudah mudahan besok berjalan lancar.

Komentar
Posting Komentar